Ketua MPR Zulkifli akan Temui Jokowi Tolak Rencana Impor Beras

Ketua MPR Zulkifli Hasan (kedua kiri) menaiki mobil “boogie” usai bertemu dengan Presiden Joko Widodo di Kompleks Istana, Jakarta, Selasa (18/7). ANTARA FOTO/Rosa Panggabean

0 Shares

Sumber: antara

29 Januari, 2018 dibaca normal 1 menit

  • “Saya akan meminta waktu untuk bertemu [Jokowi] agar membatalkan impor beras,” kata Zulkifli

Zulkifli mengatakan, impor beras hanya akan berdampak pada menurunnya harga beras di tingkat petani.

tirto.idMajelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) berencana menemui Presiden Joko Widodo guna menyampaikan penolakan mereka terhadap rencana impor beras yang dinilai merugikan petani. Ketua MPR RI Zulkifli Hasan menyatakan pertemuan itu direncanakan usai Presiden Jokowi kembali ke Indonesia.

“Pak Presiden [Jokowi] sedang ke luar negeri, nanti ketika kembali ke Indonesia, saya akan meminta waktu untuk bertemu agar membatalkan impor beras,” kata Zulkifli, Senin (29/1/2018).

Zulkifli menyatakan, data di lapangan membuktikan bahwa stok beras mencukupi karena kebetulan dirinya usai melakukan panen raya bersama Kementerian Pertanian di Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan.

Ia menilai, impor beras hanya akan berdampak pada menurunnya harga beras petani karena harga jual di tingkat petani menjadi rendah. “Langkah impor pasti merugikan petani sehingga MPR menolak rencana impor tersebut,” ujarnya.

Zulkifli yang juga menjabat Ketua Umum DPP PAN itu mengatakan harga gabah di Banyuasin sedang menurun, dari Rp5.500 perkilogram menjadi Rp4.200 hingga Rp4.500 perkilogram.

Dan harga itu, kata dia, akan terus menurun apabila rencana impor tersebut direalisasikan pemerintah. “Jangan impor beras, namun muliakan petani, karena itu kami meminta kepada Pak Menteri untuk membatalkan impor,” katanya.

Baca juga:

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Pertanian Amran Sulaiman mengatakan harga beras turun di beberapa daerah seperti di Jawa Timur turun sekitar Rp600, di Jawa Tengah turun Rp700, dan di Banyuasin turun Rp1.300 perkilogram.

Apabila dikalkulasikan dengan 40 juta panen padi di panen puncak, kata dia, maka kerugian petani mencapai Rp40 triliun.

“Kalau dikalkulasikan 40 juta panen padi di puncak panen, lalu harganya turun Rp1.000 maka sama dengan kerugian Rp40 triliun bagi petani,” katanya.

Amran mengatakan Kementerian Pertanian akan berusaha agar Bulog bisa membeli beras dari petani sehingga Bulog mampu menyerap sebanyak 600 ribu ton perbulan.

Untuk diketahui, Amran bersama Ketua MPR Zulkifli dan Ketua DPR Bambang Soesatyo, para petani, dan pihak terkait lainnya melakukan panen raya di area sawah Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *